Fakta fakta unik mengenai frogfish yang bukan berenang tetapi berjalan di dasar laut

Halo sobat Nebtovers. Ikan Frogfish merupakan salah satu hewan favorit bagi para penyelam dan khususnya bagi fotografer bawah laut. Bentuk tubuh serta tingkah lakunya mirip dengan hewan katak yang sering kita jumpai di darat


Warna dan bentuk ikan frogfish yang unik, serta kepandaiannya berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya, menjadikan penyelaman sebagai petualangan yang seru.


Ikan katak memiliki tingkah laku yang cukup unik. Ia berjalan di dasar laut, berkamuflase untuk menghindari predator, membawa umpan pancingnya sendiri, dan dapat melahap ikan lain lebih cepat dari sekejap mata. Dan penampilannya yang berbulu lebat membuatnya mendapat julukan: ikan katak berbulu.


Ikan katak memiliki panjang hanya sekitar 8-9 inci. Ia hidup di perairan yang cukup hangat dan dangkal di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, ditemukan di sepanjang pantai Atlantik dari New Jersey ke arah selatan, di Teluk Meksiko, dan di Hawaii.


Ciri paling jelas dari ikan katak berbulu adalah “surai” strukturnya yang disebut spinula. Mereka panjang dan kurus, dan menutupi seluruh tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat berbulu.


Ikan itu tidak benar-benar berenang. Sebaliknya, ia menggunakan sirip pendek di bagian bawah tubuhnya untuk berjalan melintasi dasar laut.


Sirip di bagian atas tubuhnya tampak seperti cacing yang bergerak-gerak, sehingga memikat ikan lain. Ketika seekor ikan berada cukup dekat, ikan katak menghirupnya dalam sekali teguk yang memakan waktu kurang dari seperseribu detik. Dan ia dapat melepaskan rahangnya untuk menarik ikan yang hampir sebesar dirinya — termasuk ikan katak lainnya.

Pertahanan ikan frogfish


Frogfish mempunyai beberapa cara untuk melindungi diri dari predator. Mereka bisa membengkak, menjadi terlalu besar untuk ditelan. Mereka juga dapat mengubah warna dan pola agar menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Dan mereka bisa meniru makhluk yang coba dihindari oleh predator, seperti bulu babi. Semua strategi ini membantu melindungi penghuni dasar laut yang “berbulu” ini.

By: Irwan Manjalo

Artikel populer


Artikel terkait



Tinggalkan komentar