Dianggap hama hingga dijadikan pupuk alami, Berikut fakta fakta menarik dari telur keong sawah

Halo sobat Nebtovers, apakah kamu pernah melihat telur keong mas yang ada di sawah? Telur tersebut sering kali dibasmi oleh warga karena mengganggu pertumbuhan tanaman. Namun dibalik itu ternyata telur keong ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk loh. Bagaimana faktanya? yuk kita bahas.

Keong sawah


Keong sawah adalah sejenis siput air yang dapat dijumpai di perairan tawar Asia tropis, seperti di sawah, aliran parit, serta danau. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai Keong gondang, siput sawah, siput air, atau tutut.

Perjuangan luar biasa induk keong sawah


Keong sawah dewasa yang telah berusia 60 hari mulai memproduksi telur dan biasanya mereka akan melakukan proses bertelur pada saat malam hari dengan durasi 5 hingga 6 jam. Dalam satu kali bertelur keong dapat menghasilkan ratusan butir telur yang saling yang di susun rapi dan bergerombol.
Tempat favorit Keong betina mengeluarkan telur ada pada bagian tanaman, lumpur yang padat dan bebatuan. Dalam sekali pemijahan mereka bertelur sekitar 250 buah sekaligus, telur-telur ini menetas dalam jangka waktu 2 minggu, tergantung siklus, cuaca dan suhu terhadap musim.

Kenapa telurnya berwarna merah muda?


Telur keong sawah sering ditemui berwarna merah jambu kemerahan. Warna ini juga menunjukan adanya kandungan komponen aktif serupa pigmen terhadap telur yang menghasilkan warna alami yakni karotenoid.

Musuh utama telur keong mas


Salah satu Predator atau musuh yang harus diwaspadai oleh telur-telur keong sawah ini adalah semut api. Selain semut, beberapa jenis burung, kadal, ikan, katak, kepiting hingga tikus juga sangat besar kemungkinannya dalam perusakan telur keong sawah.

Habitat keong pada ladang atau sawah yang lembab dan lumpur dan tanah yang basah pastinya menjadi sarang hewan-hewan melata lainnya. Manusia juga kerap menyingkirkan telur ini karena dapat menimbulkan efek buruk untuk pertaniannya.

Hama bagi pertanian



Keong mas menjadikan batang-batang padi atau tanaman lainnya sebagai tempat bertelur yang tentu saja dapat merusak tanaman. Penyebaran yang masif dapat mengganggu pertumbuhan dan mengancam hasil panen. Pada saat masa tanam, keing mas menjadi hama yang perlu disingkirinan karena dapat memakan bibit tanaman yang masih muda.

Untuk menghilangkan hama ini, petani menganggarkan biaya lebih untuk pupuk pestisida yang mengakibatkan bengkaknya pengeluaran keuangan. Selain menggunakan pupuk kimia, memungut telur secara konvensional juga bisa jadi pilihan.

Dimanfaatkan sebagai pupuk alami pertanian



Telur yang diambil ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Di Indonesia sendiri telur keong mas dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk alternatif POC atau pupuk organik cair dengan mencampurkan telur keong dengan air dan MSG dengan takaran yang tepat.

Pembuatan telur keong sebagai pupuk bukan tanpa alasan, telur keong mas diperkaya dengan kandungan berupa kadar air, kadar lemak, kadar abu, kadar protein, kadar karbohidrat dan beberapa mineral di antaranya kalsium, natrium, kalium, fosfor dan magnesium.

Penyunting: Irwan manjalo



Artikel terbaru

Tinggalkan komentar